Kanker Hati
Hati/liver dapat terkena kanker hati primer yang muncul di dalam hati, atau kanker yang terbentuk pada organ lain dan kemudian menyebar ke hati. Sebagian besar kanker hati merupakan kanker sekunder atau metastasis, artinya berasal dari keganasan di tempat lain. Di seluruh dunia, kanker hati primer menyerang laki-laki 2x lebih banyak daripada perempuan, mempengaruhi sebagian besar orang berusia diatas 50 tahun.
Hati/liver dapat terkena kanker hati primer yang muncul di dalam hati, atau kanker yang terbentuk pada organ lain dan kemudian menyebar ke hati. Sebagian besar kanker hati merupakan kanker sekunder atau metastasis, artinya berasal dari keganasan di tempat lain. Di seluruh dunia, kanker hati primer menyerang laki-laki 2x lebih banyak daripada perempuan, mempengaruhi sebagian besar orang berusia diatas 50 tahun.
Karena
liver/hati terdiri dari beberapa jenis sel, beberapa jenis tumor dapat
terbentuk di hati. Tumor hati ini ada yang bersifat jinak dan ada yang
ganas (kanker). Kedua jenis tumor ini memiliki penyebab yang berbeda dan
diperlakukan berbeda. Prospek untuk pemulihan tergantung pada jenis
tumor yang Anda miliki.
Tumor jinak hati yang umum adalah:
- Hemangioma
- Hepatik adenoma
- Focal nodular hyperplasia
- Kista
- Lipoma
- Fibroma
- Leiomyoma
Tumor
jinak hati pada umumnya tidak menyebar ke jaringan/organ lain. Tumor ini
biasanya dapat disembuhkan dengan operasi pengangkatan, terutama pada
saat mereka menyebabkan rasa sakit atau perdarahan.
Jenis Jenis Kanker Hati
Hepatoseluler
Karsinoma (HCC): bentuk paling umum dari kanker hati pada orang dewasa.
Pasien Hepatitis C kronis memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita
kanker jenis ini. Kanker ini dimulai dalam hepatosit, yaitu jenis sel
hati utama. Sekitar 3 dari 4 kanker yang dimulai di hati adalah jenis
ini. HCC dapat memiliki pola pertumbuhan yang berbeda.
- Beberapa bermula sebagai tumor tunggal yang tumbuh membesar. Hanya di akhir perjalanan , penyakit ini tidak menyebar ke bagian lain dari hati.
- Lainnya, bermula di banyak tempat di seluruh hati, bukan sebagai tumor tunggal. Hal ini paling sering terlihat pada orang dengan sirosis hati dan merupakan pola yang paling umum terlihat, khususnya di negara-negara maju dimana konsumsi alcohol tinggi.
Kanker
saluran empedu (cholangiocarcinomas): kanker saluran empedu membentuk 1
atau 2 dari setiap 10 kasus kanker hati. Kanker ini dimulai pada saluran
empedu.
Kanker
yang dimulai di pembuluh darah di hati (angiosarcomas dan
hemangiosarcomas): Adalah jenis kanker langka yang dimulai di dalam
pembuluh darah hati. Tumor ini tumbuh cepat. Seringkali pada saat
ditemukan mereka sudah menyebar sehingga tidak dapat diangkat.
Pengobatan mungkin membantu memperlambat penyakit, tetapi kebanyakan
pasien tidak tinggal lebih dari setahun setelah kanker ini ditemukan.
Hepatoblastoma:
Jenis ini sangat jarang terjadi, biasanya ditemukan pada balita.
Pengobatan utamanya adalah dengan operasi dan kemoterapi. Penyakit ini
memiliki kelangsungan hidup hingga 90% bila ditemukan pada stadium awal.
Penyebab & Gejala Kanker Hati
Penyebab Kanker Hati
Penyebab Kanker Hati
Penyebab
kanker hati sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun kanker
hati kanker hati primer (karsinoma hepatoseluler) cenderung terjadi pada
hati/liver yang rusak karena cacat lahir, penyalahgunaan alkohol, atau
infeksi kronis akibat penyakit seperti hepatitis B dan C,
hemochromatosis (terlalu banyaknya kadar besi dalam hati) dan sirosis.
Lebih dari 50% orang yang terdiagnosa kanker hati primer, telah
mengalami sirosis hati. Mereka yang menderita kondisi genetik yang
disebut hemochromatosis memiliki risiko yang lebih besar.
Berbagai
zat penyebab kanker yang berhubungan dengan kanker hati primer, termasuk
diantaranya: herbisida, aflatoksin (sejenis jamur tanaman pada gandum
& palawija), dan bahan kimia tertentu seperti vinil klorida dan
arsen. Merokok plus penyalahgunaan alcohol juga dapat meningkatkan
risiko terkena kanker hati.
Faktor risiko lainnya untuk kanker hati, termasuk:
- Jenis kelamin (pria/wanita): pria lebih beresiko tinggi kanker hati daripada wanita
- Berat badan Anda: Obesitas dapat meningkatkan risiko untuk kanker hati
- Ras Anda: kanker hati umum terjadi pada ras Asia & Oceania
- Penggunaan steroid anabolic: hormon yang disalahgunakan oleh para atlet untuk mengembangkan otot ini, sedikit dapat meningkatkan risiko kanker hati dalam jangka panjang.
- Riwayat diabetes: studi telah menyatakan adanya hubungan antara diabetes dan kanker hati.
- Penyakit metabolik yang diwariskan: terbukti dapat meningkatkan risiko kanker hati
- Penyakit langka: Penelitian telah menemukan hubungan antara kanker hati dan beberapa penyakit langka seperti defisiensi alfa-1-antitrypsin, tyrosinemia, dan penyakit Wilson.
Gejala Kanker Hati
Kanker
hati seringkali tidak menimbulkan gejala. Ketika kanker bertambah
besar, orang mungkin melihat satu atau lebih dari gejala umum ini:
- Rasa sakit di perut bagian atas di sisi kanan
- Sebuah benjolan atau rasa berat di perut bagian atas
- Bengkak (kembung) pada perut
- Kehilangan nafsu makan dan perut terasa penuh
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Kelelahan kronis
- Mual dan muntah
- Kulit dan mata berwarna kuning, tinja pucat, dan urine berwarna gelap
- Demam
Gejala
ini dapat disebabkan oleh kanker hati atau masalah kesehatan lainnya.
Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, Anda harus memberi tahu
dokter Anda sehingga masalah dapat didiagnosis dan diobati sedini
mungkin.
Pengobatan Kanker Hati
Stadium Kanker Hati
Stadium Kanker Hati
Sebelum menyarankan opsi pengobatan bagi Anda, dokter biasanya perlu mengetahui stadium kanker hati.
Ada empat tahap kanker hati:
Ada empat tahap kanker hati:
- Stadium I: kanker hati bersifat lokal dan bisa diangkat/dioperasi. Tumor berukuran 2 cm atau kurang, terletak di daerah tunggal hati dan dapat dilakukan pembedahan.
- Stadium II: Kanker hati masih bersifat lokal dan dapat dioperasi. Pada tahap ini, kanker hadir dalam satu atau lebih lokasi di hati tetapi tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau pembuluh darah yang berdekatan.
- Stadium III: pada tahap ini, kanker belum menyebar ke organ tubuh lainnya atau kelenjar getah bening. Biasanya ukuran tumor sudah > 2 cm.
- Stadium IV: Pada tahap ini, kanker hadir di lebih dari satu lobus hati, mungkin sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang berdekatan, organ lain (tapi bukan kantong empedu) dan struktur (seperti peritoneum), dan tumbuh ke dalam atau di sekitar pembuluh darah utama.
Jenis-Jenis Pengobatan Kanker Hati
Pengobatan
kanker hati bervariasi dari pasien ke pasien. Pendekatan pengobatan
disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan mempertimbangkan faktor-faktor
berikut: (1) ukuran tumor dan lokasi, (2) stadium kanker, (3) keadaan
umum kesehatan pasien, dan (4) usia kanker
Pilihan Perawatan untuk kanker hati adalah:
PEMBEDAHAN
PEMBEDAHAN
Pembedahan
untuk kanker hati, hanya dapat dilakukan bagi mereka yang ukuran
tumornya tidak lebih besar dari 5 cm, terbatas pada hati, dan kanker
belum menyerang pembuluh darah yang berdekatan, organ lain ataupun
kelenjar getah bening.
Ada empat jenis operasi yang dilakukan pada penderita kanker hati:
Hepatektomi
parsial: adalah jenis operasi dimana hanya sebagian dari hati, dimana
tumor itu berada, akan diangkat. Ada tiga jenis hepatektomi parsial: (1)
reseksi baji, dimana jaringan berbentuk segitiga diangkat, (2) reseksi
lobus, di mana hanya lobus hati yang diangkat, dan (3) reseksi parsial,
di mana sebagian besar hati akan diangkat.
Hepatektomi total:
operasi yang kompleks di mana seluruh hati/liver akan diangkat.
Prosedur ini diikuti dengan transplantasi hati karena tubuh tidak dapat
hidup tanpa hati.
Cryosurgery:
adalah terapi untuk membunuh sel kanker dengan cara pembekuan. Nitrogen
dimasukkan dalam tubuh melalui: (1) penyemprotan pada jaringan, (2)
melalui tabung (cryoprobe) dimasukkan ke dalam jaringan, atau (3)
dioleskan langsung pada jaringan. Cryosurgery adalah prosedur invasif
minimal yang secara substansial mengurangi waktu pemulihan pasien dengan
meminimalkan rasa sakit dan bekas luka. Namun ada beberapa risiko
terkait, seperti kerusakan jaringan sehat di dekatnya dan jaringan
saraf.
Radiofrekuensi Ablasi (RFA):
adalah metode invasif minimal lain, suatu prosedur yang tingkat
kesuksesannya tinggi dalam pengangkatan tumor hati. Metode ini bekerja
membunuh sel kanker dengan "memasak" mereka. Prosedur ini melibatkan
beberapa elektroda, yang ditempatkan dalam tumor baik melalui kulit,
atau melalui sayatan kecil di perut, dan mengalirkan listrik melalui
frekuensi radio untuk mengangkat tumor. Prosedur ini dilakukan dengan
bantuan CT scan atau USG.
RADIOTERAPI
Radioterapi
menggunakan partikel X-ray untuk menghancurkan sel-sel kanker hati.
Pasien kanker hati dapat menerima terapi radiasi melalui beberapa
bentuk.
- Radiasi eksternal: menggunakan perangkat eksternal (akselerator linier) untuk menghasilkan X-ray yang difokuskan pada tumor hati
- Radiasi internal: yaitu partikel radioaktif dilekatkan dalam biji, kawat, jarum, atau kateter yang ditempatkan dalam jaringan tumor.
- Radio-labeled antibodi: menggunakan zat radioaktif yang melekat pada antibodi buatan untuk membunuh sel kanker.
Efek
samping radioterapi meliputi: kelelahan kronis,iritasi kulit (kulit
menjadi merah, kering, atau lembut di daerah paparan), kehilangan nafsu
makan dan mudah terkena infeksi.
KEMOTERAPI
KEMOTERAPI
Kemoterapi
adalah penggunaan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel
abnormal maupun untuk membunuh sel-sel kanker. Jenis pengobatan
melibatkan baik obat tunggal, atau kombinasi dari beberapa obat, dan
biasanya diberikan dalam beberapa siklus.
Pasien
kanker hati dapat menerima kemoterapi berbeda: (1) sebagai pil, (2)
infus, sebagai injeksi ke dalam pembuluh darah atau melalui kateter
(tabung tipis fleksibel) pada vena, atau (3) ditempatkan langsung ke
tumor (disebut kemoterapi regional). Keuntungan kemoterapi regional
adalah memperkecil efek samping kemoterapi pada sel-sel sehat.
Ada beberapa jenis kemoterapi regional:
- Hepatic Artery Chemoembolization: Perawatan ini menggunakan obat antikanker yang disuntikkan ke dalam arteri hati untuk memblokir aliran darah yang masuk ke hati/liver. Penyumbatan ini bisa bersifat sementara atau permanen, dan memungkinkan obat untuk membunuh sel kanker dengan cara menghentikan pasokan darah kaya oksigen dan nutrisi ke tumor. Namun, pendekatan ini tidak merusak bagian hati lainnya, yang terus menerima darah dari vena portal. Efek samping yang paling umum dari metode ini adalah adalah: mual, muntah, demam, sakit perut, kelelahan, infeksi atau masalah dengan perangkat pompa (yang digunakan).
- Hepatic Arterial Infusion: merupakan pilihan pengobatan di mana agen-agen kemoterapi diinfuskan dalam arteri hati. Obat secara periodik dimasukkan melalui kateter. Dengan cara ini, pengobatan diarahkan langsung ke hati.
- Isolated Liver Perfusion: metode ini masih dalam uji klinis. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk mengekspos hati dengan kemoterapi dosis tinggi dimana pasokan darah ke hati untuk sementara dihentikan. Perlakuan ini hanya mungkin setelah operasi kompleks dimana kateter dimasukkan ke dalam arteri hati, portal vena dan dan vena hati.
- Efek samping Kemoterapi termasuk: mudah terinfeksi, mudah memar/berdarah, lemah lesu, kerontokan rambut, sariawan & gusi berdarah, mual muntah dan kehilangan nafsu makan.
- Injeksi perkutaneus dengan Ethanol: adalah prosedur inovatif dengan tingkat kematian rendah dimana kanker hati dibunuh oleh etanol (alkohol). Zat ini diinjeksikan ke dalam tumor. Alkohol menghancurkan tumor dengan mendehidrasi sel kanker dan mengubah struktur protein selular. Efek samping yang paling umum dari perawatan ini adalah demam dan rasa sakit yang disebabkan oleh kebocoran alcohol pada permukaan hati dan ke rongga perut.
- Embolisasi Portal Vena: adalah pendekatan perawatan di mana pasokan portal vena darah tersumbat. Perawatan ini memiliki dua manfaat: 1) secara substansial mengurangi satu bagian dari hati (di mana biasanya tumor terletak) dan 2) menyebabkan organ hati yang tersisa untuk tumbuh. Metode embolisasi ini adalah langkah pra-operasi untuk pasien yang membutuhkan operasi tetapi ukuran tumornya terlalu besar untuk diangkat.
- Terapi biologis: juga disebut immunotherapy adalah jenis perawatan yang digunakan untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh. Perawatan ini menggunakan sistem kekebalan tubuh baik untuk melawan kanker, atau untuk mengurangi efek samping yang disebabkan oleh pengobatan kanker. Terapi biologis menggunakan zat-zat yang dihasilkan di laboratorium uang mengkopi substansi alami tubuh untuk meningkatkan atau mengembalikan pertahanan alami tubuh.
- Transplantasi hati: adalah solusi bagi pasien kanker hati stadium lanjut, ketika opsi pengobatan lainnya tidak bekerja. Prosedur operasi ini melibatkan dua langkah. Organ hati/liver sehat akan diambil dari donor (orang yang mati otak) dan kemudian ditanamkan ke dalam tubuh untuk menggantikan organ hati/liver pasien yang rusak.
Efek samping utama transplantasi hati termasuk:
- Resiko tinggi infeksi.
- Perdarahan yang disebabkan oleh ketidakmampuan organ hati baru memproduksi protein pembekuan darah)
- Pembekuan dalam pembuluh darah utama yang mensupply darah ke hati.
- Penolakan (hati hasil transplantasi tidak diterima oleh tubuh).
sumber : http://www.cancerhelps.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar